Beranda Uncategorized Difogging Setelah Sembilan Warga Cieundeur Kena DBB

Difogging Setelah Sembilan Warga Cieundeur Kena DBB

12
0
BERBAGI

TITISAN (  Sukabumi Pos ),- Sembilan warga di Kampung Cieundeur Desa Titisan Kecamatan Sukalarang terserang DBD (Demam Berdarah Dengue ), untuk memutus mata rantai penyakit yang diakibatkan dari gigitan nyamuk aedes aegypti, dinas kesehatan Sukalarang lakukan fogging di lokasi yang terserang DBD. Selasa, 29/10/2019.

Ditemui di lokasi penyemprotan, ketua RT 22 kampung Cieundeur, Ilep Gunawan menuturkan, ada 9 warga termasuk anak nya sendiri terserang DBD. Malah 6 warga RT 21 sempat dirawat di rumah sakit.

Menurut Hamdani yang sempat dirawat selama 9 hari di rumah sakit menuturkan ke Sukabumi Pos, bahwa dirinya tidak menduga kalau demam yang dialami nya adalah gejala DBD “ Tadinya dikira demam biasa, tapi beberapa hari demam nya tidak turun-turun, baru saya ke dokter dan dirujuk ke rumah sakit karena positif kena DBD “ terang nya di lokasi kegiatan fogging.

Selain Hamdani, masih ada 8 warga yang kena DBD, malah 6 warga sempat dirawat di rumah sakit dan sampai berita ini ditulis, harus rawat jalan untuk kontrol ke rumah sakit “ Anak saya Rizal masih harus kontrol, karena panas nya masih naik turun “ jelas Ai ibunya Rizal saat ditemui di rumah nya.

Arif petugas dari Dinas Kesehatan Sukalarang bagian penanggulangan DBD mengatakan, pihaknya tidak akan tahu apabila tidak ada laporan dari masyarakat tentang serangan DBD di daerah ada indikasi indemik “ Untung nya ada laporan dari warga dan dibantu oleh Ketua RT nya kalau di daerah ini ( Cieundeur ) ada kejadian warga terindikasi kena serangan DBD” papar nya.

Masih menurut Arif, selain kampung Cieundeur, ada laporan beberapa daerah yang perlu di fogging, namun menurutnya, untuk diadakan fogging harus berdasarkan hasil analisa dulu, setelah yakin ada indikasi ada serangan DBD baru dinas nya melakukan penyemprotan.

Demam berdarah atau demam dengue  adalah infeksi yang disebabkan oleh virus  dengue. Beberapa jenis nyamuk  menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai “breakbone fever” atau “bonebreak fever” (demam sendi) karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.

Sejumlah gejala gejala dari demam dengue adalah demam : sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak serta nyeri otot dan persendianpersendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Bentuk pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Bentuk kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah tekanan darah rendah yang berbahaya.

Reporter : Amuy Mulyadi

Redaktur : Rangga

E-Mail.www.sukabumipos.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here