Beranda Uncategorized Niat Mendisiplinkan Siswa Berujung Keluar Jadi Guru Honorer

Niat Mendisiplinkan Siswa Berujung Keluar Jadi Guru Honorer

36
0
BERBAGI

KOTA SUKABUMI ( Sukabumi Pos ),- Ketua Forum Honorer, Nanan Surahman sesalkan insiden pemukulan siswa oleh guru honorer Eful Saefullah Komarudin harus berujung berhentinya jadi guru SDN Benteng 3 setelah didatangi orang tua siswa yang didampingi Kepala Disdik Kota Sukabumi, anggota dewan dan wartawan.

Menurut penuturan Eful kepada Nanan, insiden itu terjadi pada hari Senin siang sekitar jam sebelas lebih. Setelah selesai memberi pelajaran, Eful keluar ruangan untuk mencari jaringan internet mengingat di klas jaringan internetnya terbatas. Ketika dia masuk ke klas lagi, didapati anak-anak sedang bercanda berkelahi. Setelah anak-anak saya suruh duduk di kursinya masing-masing, saya panggil dan saya nasihati. Entah kenapa, saya kelepasanan ada anak yang saya pukul pundak nya sebelah kiri pakai buku LKS bahasa Sunda yang tipis.

“Mungkin ada yg kena kupingnya Itupun pakai takaran, engga keras kho.  Setelah itu saya suruh mereka keluar apabila kalian tidak mau belajar, setelah itu saya suruh ke klas 2, padahal klas 2 saat itu sudah pulang.  Saya menunggu sampai anak-anak pulang ,dan saya pun pulang. Tiba di rumah saya langsung saat itu juga meminta maaf kepada  semua orang tua kls 3 dan menjelaskan apa yang terjadi saat itu” tutur Nanan menirukan pengakuan Eful saat diwawancara Sukabumi Pos.

Adanya insiden itu, Nanan berharap, ke depannya, tidak ada lagi kejadian serupa dimana semua pihak saling memahami tugas masing-masing. Khusus untuk rekan-rekan guru, Nanan berharap jangan terlalu kaku dalam melaksanakan tugasnya. Bila guru sudah apriori dengan tugasnya, maka kejadian seperti ini bakal terulang kembali.

“ Cari aman saja, karena jaman sekarang sudah berubah. Karena kesalahan sekecil apapun, guru bisa dilaporkan ke polisi.  Mau bagaimana masa depan bangsa ini, lebih-lebih guru honorer gajinya tidak dimanusiawikan masa depannya tidak jelas. Tidak terbayang bila guru honorer berhenti jadi guru honorer beralih profesi . Bangkrut nih negara karena menurut ketua PB PGRI,  70 % guru Indonesia berstatus honorer “ ungkap Nanan.

Diakhir wawancara dengan Sukabumi Pos, Nanan mengutip salah satu pasal terkait tugas guru.

Pasal 39 ayat (1) Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 menyebutkan bahwa “pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam melaksanakan tugas.

Adapun perlindungan yang dimaksud dimaksud pada ayat (1) meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Selanjutnya dalam Pasal 39 ayat (3) Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 disebutkan bahwa “perlindungan hukum sebagaimana dimaksud mencakup perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, itimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain.

Reporter : Nanan Surahman

Redaktur : Rangga

WWW.sukabumipos.com

E-Mail : ranggagunawan655@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here