Beranda Uncategorized Marwan Hamami Bupati Sukabumi Usulkan 6.168 Honorer Jadi CPNS

Marwan Hamami Bupati Sukabumi Usulkan 6.168 Honorer Jadi CPNS

37
0
BERBAGI

SUKARAJA , ( Sukabumi Pos ),- 6.168 guru dan tenaga kependidikan honorer non katagori usia diatas 35  tingkat SD dan SMP diusulkan Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami  ke presiden untuk jadi CPNS ( Calon Pegawai Negeri Sipil )  melalui surat resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang ditandatangani Bupati tanggal 19 Juni 2020 lalu.

Hal itu berdasarkan kekurangan guru dan tenaga kependidikan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Dan  memberikan SK ( Surat Keputusan )  ke 153 orang Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang sudah bersertifikasi tingkat SD ( Sekolah Dasar ) dan SMP ( Sekolah Menengah Pertama )   yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan.

SK tersebut sebagai salah satu syarat GPAI untuk bisa mencairkan Tunjangan Profesi Guru (TPG)  Menurut Bupati Sukabumi H.Marwan Hamami via whatsapp kepada wartawan SP   Ahad 2 Agustus 2020 lalu.

Ketua Umum Forum Honorer Indonesia (FHI) Nanan Surahman memberikan apresiasi kepada H. Marwan Hamami selaku Bupati Sukabumi yang sudah melakukan upaya-upaya keberpihakan  agar honorer bisa sejahtera.

Menurut Nanan, selama ini dia sering  bersilaturahim dengan Bupati Sukabumi membahas persoalan-persoalan kekurangan guru dan tenaga kependidikan baik tingkat SD maupun tingkat SMP dan memberikan masukan agar ada kebijakan yang bisa mensejahterakan honorer.

“ Banyaknya honorer di Kabupaten Sukabumi yang belum tersentuh oleh program sosial pusat maupun daerah baik itu berntuk PKH ( Program Keluarga Harapan ), KIP( Kartu Indonesia Pintar ), KIS ( Kartu Indonesia Sehat ), dan Bansos Covid 19, padahal mereka sangat berhak mendapatkannya.  Jangan sampai masyarakat yang tidak memberikan kontribusi terhadap negara mendapatkan berbagai program sosial,  sementara mereka ( tenaga honorer ) yang sudah jelas-jelas memberikan kontribusi terhadap negara ini tidak mendapatkan apa-apa. Padahal bukan rahasia umum lagi tenaga honorer berpenghasilan nya sangatlah rendah jauh dari sejahtera” tuturnya.

Nanan menambahkan, kedepannya  untuk pendataan program sosial sebaiknya pemerintah pusat dan daerah menggunakan data masing-masing intansi dimana tenaga honorer itu bertugas dan tidak menggunakan data dari RT ( Rukun Tetangga )  dan RW ( Rukun warga ) dimana tenaga honorer tinggal.

Hal itu bukanlah tanpa alasan tenaga honorer pada umumnya selalu tidak terdata program sosial karena RT dan RW setempat tidak memahami bahwa warganya PNS atau honorer karena di KTP atau di KK tertulis Guru bukan Honorer.

Nanan optimis, kedepan  tenaga honorer di bawah kepemimpinan Marwan Hamami akan lebih meningkat kesejahteraannya. Terkait masalah bantuan sosial bahwa  honorer belum tersentuh, saya yakin kepala daerah tidak memahami itu.

Terkait honorer akan disejahterakan oleh H. Marwan  terbukti pengajuan 6.168 honorer usia 35 tahun keatas sudah diusulkan menjadi CPNS dan 153 SK GPAI  sudah diberikan.

Harapan Nanan, seluruh honorer yang ada di Kabupaten Sukabumi bisa solid dan terus melakukan kordinasi dan konsolidasi disemua tingkatan dan segala persoalan menyangkut honorer bisa tersampaikan dalam bentuk silatuhim antara pengurus honorer dengan Bupati.

Reporter : Nanan

Editor : Rangga

E-Mail Berita : ranggagunawan655@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here